Teori Ember Bocor

           Apa itu  teori ember bocor ? Mungkin anda semua para pembaca bingung, teori koq ember bocor. Saya sudah mendengar  kata “ember bocor” itu kalau tidak salah tiga kali dalam pertemuan di kelas. Tapi baru sadar bahwa ternyata ember itu memang harus bocor.

         Mungkin bagi anda yang seumuran dengan saya, dahulu orang tua kita kalau mempunyai ember dan setelah sekian lama dipakai kemudian pecah atau bocor mereka akan menambalnya. Kenapa orang tua kita menambalnya?

irit=”JANGAN NGIRIT apalagi PELIT” =

         Ya.. orang tua kita dulu menambal ember yang bocor biar irit tidak membeli ember baru. Tapi dalam teori ini “NGIRIT” apalagi “PELIT” adalah pantangan,dan tidak diharapkan. Ngirit tidak beli ember baru dan pelit karena ogah mengeluarkan duit.

        Kaitannya dengan ember kita bicara ember sebagai penampung pendapatan ekonomi, lebih spesifiknya adalah pendapatan dan pengeluaran dalam ekonomi keluarga. Baik keluarga saya,keluarga anda atau keluarga yang nanti anda ceritakan tentang teori ini. Nah ternyata menambal ember itu secara ekonomi juga berarti ngirit baik secara teori  maupun  praktek. Artinya pengeluaran sebagai kebutuhan atau yang wajib dikeluarkan tidak bisa kita hilangkan. Bahkan harus ditambah jika kondisi dan situasi berubah (kayak syarat kredit aja).

        Sebagai contoh baru-baru ini yang sedang hangat diperbincangkan adalah 84 elemen dari 60 elemen sebelumnya yang akan dimasukkan dalam perhitungan KHL,semua elemen tersebut dianggap sebagai  “kebocoran” yang tak bisa dihindari atau ditambal. Mengurangi elemen atau mengurangi nilai dari satu atau sebagian bahkan semua elemen berarti hidup seseorang dianggap tidak layak.

            Jadi seandainya waktunya beli beras 25 kg, beli minyak 15 liter, beli daging 25 kg, beli sabun mandi, sabun cuci, shampo, pasta gigi, serta waktunya SEDEKAH ( ini yang perlu penekanan saat membaca), ya harus keluar, jangan di kurangi dari standar kebutuhan. Karena setelah kita irit-irit akhirnya kita jatuh kepada sifat PELIT.

Maka bagaimana seharusnya kita mengupayakan biar hidup kita hidup tidak ngirit dan dianggap tidak pelit ?

Point pentingnya disini adalah  “ember bocor jangan ditambal”, karena menambal ember bocor adalah cara-cara jaman dulu yang sudah tidak berlaku. Lalu…….

=”CARI KRAN BARU”=kran air

             Mencari kran baru berarti mencari pendapatan lain,selain pendapatan yang sudah ada. Dalam hal ini kran lama tidak kita abaikan atau bahkan kita buang. Sehingga kita bisa mendapat aliran dari beberapa kran yang bisa kita menej, bisa dari yang harian, mingguan, dan bulanan.

Bagaimana kita bisa mencari peluang? Kita bisa melihat dari kebutuhan orang atau persoalan problematika di sekitar lingkungan kita.

Banyak contoh, cari sendiri ya…..

Akhirnya…………………………………..

Cuma cling..cling..cling begitu yang saya ingat ketika ada aliran dana masuk ke rekening kalau kita punya banyak kran.

Dan baru hari ini,ternyata saya baru paham apa itu teori ember bocor setelah ada penekanan bahwa ember itu memang “harus bocor“.

Dan ternyata pas juga hari ini saya diberi tugas untuk membuat Blog.

Dan Alhamdulillah akun di blog ini masih berlaku untuk menuliskan sesuatu lagi.

Terimakasih kepada bapak Masduki yang sudah memberikan teori ini dan menginspirasi kembali semangat mencari kran-kran yang baru.

Semoga tulisan ini bermanfaat meskipun mungkin pembaca sulit memahami tulisan ini, untuk lebih memahami bisa hubungi dari sumbernya langsung boleh bertanya kepada beliau dengan klik SINI.

Satu Tanggapan

  1. Bener berpengaruh banget , Afrodille

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: