Hari (bukanbuat) Pahlawan

Kemarin adalah 10 November hari bagi para pahlawan,tapi tidak ada berita,moment yang menggemparkan.
Hari ini sepertinya malah banyak berita dan moment yang di ekspos, coba saja nyalakan TV anda.Tapi biarkan saja tidak usah dibahas tentang orang jadian,kawinan,dan tetek bengek orang kurang kerjaan.

Masih mengenai pahlawan,melihat berita kemarin sampai tadi malam,miris hati saya.Pahlawan nasional,pahlawan kemerdekaan,pahlawan tanpa tanda jasa,dan pahlawan devisa adalah sama.
Sama-sama mengorbankan kesenangannya untuk kesenangan orang lain.Tapi ternyata sebagian perjuangan para pahlawan,ada sedikit yang mengganjal bagi saya.Entah yang salah siapa.
Apakah keikhlasan para pejuang yang katanya pahlawan (harusnya) kini mengungkit imbalan jasa kepada negara.Atau negara yang tidak tahu,pura-pura tidak tahu akan jasa-jasa para pejuang sehingga melupakan kesejahteraan mereka.
Bagi saya semoga para pejuang kemerdekaan mengikhlaskan perjuangan mereka sampai balasan akan mereka terima dari Sang Pemberi segalanya di alam lain sana.Bukankah Pahlawan berasal dari kata pahalawan?yaitu orang yang banyak pahalanya?.
Jangan pernah pahala surga diganti dengan harta dunia.Hanya ini yang bisa saya panjatkan kepada yang Kuasa,inilah bantuan saya.
Teringat ada kakek-kakek dikampung saya,yang dulunya pejuang hebat disana.Beliau ikhlas dan ridho akan kondisinya meski tidak dianggap seperti lainnya yang menerima anugrah penghargaan dan pensiuan.Satu pesan buat generasi muda,”Saya sudah berjuang anda yang muda silahkan meneruskan,ingat kepada Sang Maha Melihat.Jangan kamu ikuti hawa nafsumu seperti orang-orang yang di TV (maksud adalah Gayus cs)”.
Generasi saat ini menurut beliau bukan berjuang melawan penjajah dari luar negeri,tapi bisa berjuang melawan orangtuanya,gurunya,teman karibnya,saudaranya sendiri,dan itu lebih berat.

Terlintas bayangan para guru-guru saya saat duduk di sekolah dasar.Mereka relakan waktu dan ilmu mereka hanya satu untuk keinginan,para muridnya bisa jadi orang nantinya.Coba bandingkan dengan sebagian para guru sekarang,meski tidak semuanya.Doa saya semoga Allah swt membalas lebih bagi pengorbanan para guru-guru saya.Hanya Sang Maha Kuasa dan Pemberi saja yang membalasnya atas keikhlasan dan keridhoan mereka.

Akhirnya,doa saya bagi semua pahlawan semoga ikhlas akan pengorbanan dan ridho dari tidak adanya anugrah dan penghargaan, itu hanya di dunia semoga mendapat lebih banyak gantinya nanti di surga.
Pahlawan,tapi bukan pahlawan bertopeng atau pahlawan kesiangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: