Terserah pilihan Anda

Alhamdulillah dapat kabar, teman saya sealmamater sekost-kostan pernah sekamar sudah mendapatkan pekerjaan.Perjuangan panjang dan melelahkan jaman sekarang, untuk mendapatkan titel buruh pabrik.Buat pengalaman bagaimana rasanya menyepelekan sebuah kedisiplinan meremehkan ketekunan.

Jadi ingat sewaktu kumpul bareng alumni 5 tahun yang lalu di Tangerang.Dimana salah seorang alumni ditunjuk untuk  menjadi motivator.Beliau mengatakan,”bla.bla.bla.bla….. jadi kalau kita kerja disuatu tempat kita harus punya target,2tahun kita masih di posisi yang sama saat kita masuk kerja,masih banyak perusahaan lain.Kenapa kita tidak mencoba?”.Dalam hati waktu itu hanya bisa berkata,”Enak banget ngomong,emang semuanya perusahaan punya Mbahmu“.Mmm..mm..mm lupa tidak menanyakan sudah berapa kali pindah kerja sehingga mencapai supervisor se Asia-Pasific.

Tapi itu terserah pilihan anda.

Dan mari kita analisa,seperti waktu dulu kita di ruangan mutu ( he.he.he sok pinter,emang dulu pelajaran mutu dapat nilai berapa? :P).Eh….bukan analisa,kita pakai kata ‘coba kita renungkan’ saja karena saya penggemar Ebiet bukan penyuka analisa mutu (maklum bukan anak emas waktu itu).

Setelah saya kumpulkan beberapa nama teman dan saya pilah menjadi dua kategori.Pertama yang bekerja dengan metode diatas yaitu selalu berpindah kerja dengan berbagai motif alasannya,kedua yang menekuni di satu pekerjaannya.Termasuk dikategori manakah anda?

Tapi itu terserah pilihan anda.

Dari dua kategori tadi dapat ditentukan lagi istilah mapan posisi dan mapan pendapatan.Mapan posisi artinya kita akan mencari posisi setinggi mungkin,tapi kalau mapan pendapatan bukan berarti gaji yang besar.Mapan disini bisa diartikan tetap.Tetap dapat meskipun kecil,dan tidak memungkinkan akan bertambah besar secara berkala. Teorinya memang  posisi dan pendapatan akan berbanding lurus,semakin tinggi posisi maka akan semakin besar juga pendapatan.Tapi apakah kita hanya akan mencari satu target saja (posisi)buat target lainnya (pendapatan)?Saya rasa kita bisa membalik teori tersebut.Dengan mapan pendapatan dahulu maka kita lama-lama akan mapan posisi.Bukankah ketekunan butuh waktu yang tidak singkat?

Tapi itu terserah pilihan anda.

Meski dengan mapan pendapatan belum tentu kita akan mapan posisi,tapi setidaknya itulah yang patut kita syukuri.Bukankah SABAR,DISIPLIN,TEKUN mempunyai nilai lebih dibanding TERGESA-GESA,MALAS,dan BOSAN ?.

Teringat pepatah:

“KERJAKAN APA YANG ANDA SUKAI kalau tidak bisa SUKAI APA YANG ANDA KERJAKAN”

“BERANGKAT DENGAN IKHLAS,BEKERJA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH,PULANG DENGAN TAWAKAL”

Terakhir pesan saya, semoga teman saya betah kerja sekarang buat semua teman-teman saya sukses dunia dan akhirat.Maaf anda sudah menjadi objek pengamatan dan perenungan dan terimakasih semoga hasilnya bisa bermanfaat bagi kita semua.Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: