Oleh-Oleh Syawalan

Tak terasa sudah 18 Syawal,dan baru sempet ketak-ketik lagi setelah adaptasi dengan pekerjaan rutin.Meski terlambat separuh bulan tapi tetap saya ucapkan :

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
S E L A M A T HARI RAYA IDUL FITRI 1 4 3 2 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Yang terpenting dari bulan Syawal adalah bagaimana kita bisa membiasakan diri kita di bulan sebelumnya yaitu bulan Ramadhan.Dimana kita bisa menahan dan mengolah nafsu kita.Hingga berlangsung kontinyu sampai bertemu kembali dengan Ramadhan lagi Insya Allah.

Seperti biasa bulan Syawal saya disibukkan dengan mudik alias pulang kampung,Tapi bagi saya bukan pentingnya pulang kampungnya ,SILATURAHMI lebih penting dari semua kegiatan dibulan Syawal terutama hari pertama hingga hari ke tujuh.

Pelajaran apa yang bisa dipetik di musim mudik kemarin?

  1.  Dengan silaturahim ke saudara-saudara yang lebih tua kita akan didoakan yang baik-baik.Semakin  banyak kita berkunjung semakin banyak doa mereka kepada kita.
  2. Dengan silaturahim banyak wejangan dari mereka-mereka yang mempunyai ilmu lebih dari kita.Semakin banyak kita berkunjung ketempat saudara kita yang berilmu lebih maka secara otomatis ilmu kita juga bertambah.
  3. Semakin kita banyak silaturahim,semakin kita pintar menata hati.Masih saya ingat satu wejangan dari sesepuh yang saya kunjungi tahun ini,”TAK DUNGAKE LANCAR REJEKINE,KETURUTAN APA SING DADI SEJANE,DADI WONG SING SUGIH SING ADOH SEKO FITNAH,MERGO SUGIH TAPI KENO FITNAH KUWI URIPE SUSAH”.
Nah dari semua oleh-oleh diatas mungkin menurut orang lain masih kurang banyak,dan tidak bermakna.Semoga tahun depan dapat oleh-oleh yang lebih lagi.
Pingin tahu oleh-oleh lainnya?
Akibat nafsu yang tak terkontrol selepas Ramadhan,dibulan Syawal saya punya oleh-oleh yang jangan sampai anda minta ya….
Malam itu saya keliling kampung,meski dalam rangka silaturahim,saya sempetkan jajan di angkringan.Yang pertama saya bohong sama anak-anak saya tidak mampir-mapir,kedua porsi jajan melebihi kapasitas perut yang sudah terisi suguhan dari sanak saudara yang saya kunjungi.Meski tidak lahap tapi habis juga satu porsi pesanan saya.Malam itu sampai dirumah orangtua badan mulai merasa tidak enak,perut kembung *mbededeg* orang kampung bilang.Paginya mulai kunang-kunang dan pusing menyerang,saya pikir gejala typus saya kumat.Padahal hari itu jadwal saya balik ke Kota buat mengais rejeki lagi setelah dua Minggu jadi pengangguran tapi dapat jatah makan.Menjelang siang setelah berkemas dan siap berangkat ke tempat pemberangkatan perut mulai berontak seperti di pilin-pilin.Dan gagal hari itu untuk balik kota,malah balik ke dokter dan dinyatakan keracunan makanan.
he..he..he..he.he.he.he.he.. emang balas dendam tidak diperbolehkan ternyata.
APA OLEH-OLEH ANDA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: